SUGENG RAWUH

Mugi-mugi saget manfaati kagem kemajuanipun Desa Ketuwan

Minggu, 20 Januari 2019

"TUGU PASEDULURAN" Simbol Persatuan Perguruan Silat Pertama Di Blora Diresmikan


Ketuwan - Blora, – Tugu Paseduluran sebagai simbol persatuan Perguruan Silat  yang didirikan di Pertigaan Taman Pasar Desa Ketuwan diresmikan oleh Dandim 0721/Blora Letkol Inf. Ali Mahmudi,SE. Senin (21/1/2019)

Peresmian tersebut juga turut dihadiri oleh perwakilan Kapolres Blora, Forkompimcam Kedungtuban, Pemdes Desa Ketuwan dan perwakilan 4 perguruan pencak yakni dari Perguruan Silat Setia Hati Tunas Muda Winongo, Perguruan Silat NU Pagar Nusa, Perguruan Silat Kera Sakti, dan Perguruan Silat Setia Hati Teratai.

Muhtar,Kepala Desa Ketuwan selaku penggagas berdirinya Tugu Paseduluran menerangkan bahwa di didirikannya Tugu Paseduluran ini bertujuan agar semua perguruan pencak silat yang ada di wilayah Desa Ketuwan khususnya dan Kabupaten Blora umumnya  bisa bersatu tanpa ada gesekan atau permasalahan antar perguruan silat. “Tugu Paseduluran ini semoga membawa berkah,dan menginspirasi wilayah-wilayah lain dalam usaha menciptakan kondisi yang aman dan damai.Ora ono kamulyan kejobo paseduluran.Paseduluran selawase,”kumandangnya dalam sambutan pembukaan acara peresmian Tugu Paseduluran.

Dandim 0721/Blora Letkol Inf. Ali Mahmudi,SE dalam sambutannya mengatakan, “Dengan didirikannya tugu paseduluran ini semoga bisa turut meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Dalam peresmian Tugu Paseduluran ini juga dilakukan ikrar persatuan oleh masing-masing perwakilan perguruan silat.Selain ikrar,surat perjanjian persatuan juga dibuat dan ditanda tangani oleh setiap perwakilan perguruan silat beserta Dandim 0721/Blora,Kapolres Blora,Kapolsek Kedungtuban,Danramil Kedungtuban,dan Kades Ketuwan.

Melalui Kepala Bagian Analis Kebijakan Kompol Sarmidi,Kapolres Blora berharap kepada seluruh perguruan antar pencak silat yang ada di Kabupaten Blora bisa bersatu untuk ikut serta menjaga Kabupaten Blora yang aman,damai dan kondusif. (Mochamad Syaikhodin)

Selasa, 18 Maret 2014

KETUWAN

Ketuwan adalah desa di kecamatan Kedungtuban, Blora, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa dalam UU no 22 tahun 1999 adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai wewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang di akui oleh dalam sistem pemerintahan di bawah kabupaten. Mayoritas penduduknya bercocok tanam dan sebagian kecil adalah nelayan, desa ini terletak tepat di bantaran sungai bengawan solo, sehingga bisa dipastikan masyarakatnya tidak kekurangan air,dan dapat di pergunakan untuk irigasi pertanian akan tetapi apabila sungai bengawan solo meluap desa ini sebagian menjadi langganan banjir setiap periodenya.
Ciri-ciri masyarakat ketuwan antara lain :
Sistem kehidupan masyarakat desa ketuwan pada umumnya bersifat kelompok atau kekeluargaan (paguyuban), brsifat homogen seperti dlm hal matapencaharian, agama, dan adat istiadat, juga mempunyai hubungan yg lbh erat atau mendalam di banding masyarakat desa yang lainnya di luar batas wilayah, memiliki matapencaharian yang berbeda-beda serta faktor gegrafis sangatlah mendukung dan berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat desa ketuwan begitu juga jarak jangkau tempat bekerja tak terlalu jauh dari tempat tinggal warga.
Penduduknya adalah penganut agama Islam , di desa ini juga terdapat satu pondok pesantren yang sudah berdiri sejak lama dan turun temurun yaitu Pon. Pes. Mazro'atul Ulum, meskipun sederhana sampai saat ini pondok pesantren tersebut masih memiliki banyak santri binaan dari berbagai penjuru daerah sekitanya.
Sosio kultural masyarakat gotong royong masih sangat kental.
insfratruktur,jalan & trasnportasi di daerah ini belum terjangkau transportasi/angkot reguler untuk menuju pusat kota cepu sebagai market untuk menjual hasil hasil pertanian. Infratruktur pendidikan 2 sekolah dasar Negeri ( saat sekarang tinggal 1 sekolah karena tidak adanya murid )1 madrasah ibtidaiyah ( MI ) , 1 Madrasyah Tsanawiyah ( MTs ) untuk jejang pendidikan tingkat menengah menuju ke Desa Wado,Pulo,Ngraho kota Cepu bahkan ada yang menuju Ngraho Jawa Timur ada pula yang sampai di kota Bojonegoro.
daerah ini menjadi andalan kabupaten blora sebagai penghasil padi dan pala wija karena dukungan bengawan solo sebagai irigasi dan sumur pantek untuk pertanian.

Kamis, 19 Desember 2013

Bapak Muhtar Sebagai Kepala Desa Ketuwan Yang Baru

Selamat & Sukses
Atas Terpilihnya Bapak Muhtar Sebagai Kepala Desa Ketuwan
Semoga mampu mengemban amanah seluruh masyarakat Desa Ketuwan.
Dan mampu bekerja keras demi terciptanya Desa Ketuwan yang maju,aman,damai dan sejahtera .






(Tasyakuran Pelantikan Bapak Muhtar Sebagai Kepala Desa Ketuwan,10 Desember 2013)

Minggu, 27 Oktober 2013

PILKADES DESA KETUWAN,30 Oktober 2013


PILKADES DESA KETUWAN,30 Oktober 2013


Mari sukseskan PILKADES Desa Ketuwan,30 Oktober 2013.Pilihan boleh beda,tapi persatuan harus tetap terjaga.Jadikan moment pesta demokrasi ini untuk memilih pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan untuk Desa kita tercinta.Pastikan selama pesta demokrasi ini berlangsung,Desa kita tetap kondusif keamanan dan ketentramannya.Mari bersama membangun Desa Ketuwan.

Minggu, 14 Oktober 2012

Seni Reog Dari Desa Ketuwan

Dengan membawa nama TEJO MOYO BUDOYO,Desa Ketuwan mencoba menguri-uri budaya leluhur agar tak luntur diterpa umur.


Pondok Pesantren Mazro'atul 'Ulum

Pondok tertua di Dusun Lemahbang,Desa Ketuwan yang telah menelurkan generasi ulama.